Alamat

Nama: Ridwan Sururi, S.Pd.I. Alamat: Jl. Pesantren Mathla'ul Falah no 412. Sindang Anom Kec. Sekampung Udik Kab. Lampung Timur. email. abu.hanan17@gmail.com. Facebook. Ridwan Sururi. HP. 085233552224

Rabu, 24 Juli 2013

Makalah PRINSIP PEMILIHAN DAN PENGEMBANGAN MEDIA SERTA SUMBER BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN PAI. Ridwan Sururi. Sindang Anom Sekampung Udik Lampung Timur. IAIN Raden Intan Bandar Lampung. Kauman Kotagajah Lampung Tengah

Tugas Mandiri 
PRINSIP PEMILIHAN DAN PENGEMBANGAN MEDIA SERTA SUMBER BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN PAI
Dikumpulkan untuk melengkapi tugas mata kuliah
Teknologi dan Media Pembelajaran
Disusun oleh: 
Giarto
Semester II (Dua)

Dosen Pengampu : Dr. M. Ikbal, M.Pd.

PROGRAM STUDI ILMU TARBIYAH
KONSENTRASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)




PROGRAM PASCASARJANA (PPS)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG
2013 M / 1434 H


KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirobbil a’lamin washolatu wassalamu ‘ala asrofil anbiyai wal mursalin wa ‘ala alihi washohbihi ajma’in amma ba’du. Puji syukur kepada Allah swt. yang telah memberikan taufik, hidayah dan inayah-Nya kepada para penulis sehingga dapat menyelesaikan penulisan makalah yang berjudul “Prinsip Pemilihan dan Pengembangan Media serta Sumber Belajar dalam Pembelajaran PAI” sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.
Dalam kesempatan ini penulis sampaikan ucapan terima kasih kepada Dosen mata kuliah “Teknologi dan Media Pembelajaran” yang telah memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis sehingga terasa bertambah pengetahuan dan wawasan penulis. Juga ucapan terima kasih kepada rekan-rekan yang telah memberikan dukungan dan bantuan dalam penyelesaian penulisan makalah ini.
Akhirnya penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kebaikan dalam penulisan makalah selanjutnya, terima kasih.

                    Bandar Lampung,    Juli 2013
                    Penulis












BAB I
PENDAHULUAN

Lingkungan alam dan lingkungan sosial yang kondusif akan menjadikan peserta didik semakin kreatif-mandiri. Diantara yang bisa digunakan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif adalah alat-alat dan media pendidikan. Sebagai komponen pendidikan, alat dan media dapat membantu peran pendidik dalam proses pembelajaran. Terlebih lagi dengan adanya perkembangan teknologi saat ini, dahulu yang dirasa sulit menjadi mudah, yang jauh menjadi dekat, dan yang membutuhkan waktu lama menjadi bisa diselesaikan dengan cepat. Di zaman dahulu ada istilah “ilmu melipat bumi” yaitu ilmu yang salah satunya berfungsi mendekatkan jarak demi mempercepat sampai pada tujuan. Dalam konteks saat ini, ilmu tersebut diimplementasikan dengan penguasaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dalam perkembangannya, ilmu pengetahuan semakin meluas dan memiliki pembaharuan-pembaharuan yang signifikan, termasuk pemanfaatannya dalam menunjang pembelajaran. Melalui media-media yang ada, maka proses pembelajaran diharapkan semakin inovatif, kreatif, serta menyenangkan bagi peserta didik pada khususnya. Yang tidak kalah penting adalah pemilihan materi belajar khususnya  dalam pembelajaran PAI harus benar. Karena ketika salah dalam pemilihan sumber belajar, maka akan berakibat fatal bagi anak didik. Oleh sebab itu, pendidik memiliki peran penting dalam memilih sumber belajar dan menyediakan serta menerapkan media yang sesuai dengan materi yang disajikan.
Dalam makalah ini, penulis akan mencoba menyajikan materi tentang prinsip pemilihan media, penggunaannya, pengembangannya serta pemilihan sumber belajar PAI. 







BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Media pembelajaran
Dalam pendidikan dan pengajaran, untuk mencapai tujuan agar terdapat efisiensi  dan efektifitas, maka diperlukan suatu alat bantu yang dikenal dengan istilah “media belajar”. Secara etimologi, media berasal dari kata “medium” yang berarti perantara atau pengantar . media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan . Sedangkan menurut para ahli lain, menggunakan istilah media pembelajaran sebagai “teaching material” atau instruksional material , artinya identik dengan pengertian keperagaan yang berasal dari kata “raga”, yaitu suatu benda yang dapat diraba, dilihat, didengar dan yang dapat diamati melalui indera kita.
Sedangkan pengertian media pendidikan secara definitive, para ahli memberi rumusan yang berbeda, masing-masing memiliki wawasan dan orientasi yang berlainan, namun demikian pada prinsipnya ada kesamaan pengertian yang mendasar. Dan dapat diambil kesimpulan bahwa media pendidikan atau pengajaran  adalah sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengiriman ke si penerima guna merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa sehingga terjadi dapat mendorong terjadinya proses belajar. Sebagai pembawa (penyalur) pesan, media pengajaran tidak hanya digunakan oleh guru, tetapi yang lebih penting dapat pula digunakan oleh siswa. Dengan demikian penggunaan media dalam pembelajaran sangat penting dilakukan, karena media pada hakekatnya merupakan salah satu komponen sistem pembelajaran. Sebagai komponen, media hendaknya merupakan bagian integral dan harus sesuai dengan  proses pembelajaran  secara menyeluruh. Ujung akhir dari pemilihan media adalah penggunaaan media yang memungkinkan siswa   dapat berinteraksi dengan media yang kita pilih.
 Dalam hal ini yang lebih ditekankan adalah media pembelajaran PAI. Artinya apabila kita telah menentukan alternatif media yang akan kita gunakan dalam pembelajaran, maka pertanyaan berikutnya adalah sudah tersediakah media tersebut di sekolah atau di pasaran ? Jika tersedia, maka kita tinggal meminjam atau membelinya saja. Itupun jika media yang ada memang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah kita rencanakan, dan terjangkau harganya.  Jika media yang kita butuhkan ternyata belum tersedia, mau tak mau kita harus membuat sendiri program media sesuai keperluan tersebut.
Jadi, pemilihan media itu perlu kita lakukan agar kita dapat menentukan media yang terbaik, tepat dan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sasaran didik. Untuk itu, pemilihan  jenis media harus dilakukan dengan prosedur yang benar, karena begitu banyak jenis media dengan berbagai kelebihan dan kelemahan masing-masing.

B.    Faktor-faktor dalam pemilihan media
Dalam lembaga pendidikan formal, berbagai media pendidikan dapat digunakan sebagai alat bantu dalam kegiatan belajar mengajar, baik media jadi yang dibeli dari toko/pasar bebas maupun media yang dibuat sendiri, ataupun media yang disiapkan dan dikembangkan oleh sekolah sendiri.
Dalam hal ini guru PAI haruslah pandai dalam memilih media apa yang sesuai dan cocok digunakan untuk mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan. Untuk itu beberapa faktor perlu diperhatikan oleh guru dalam memilih dan menggunakan media , diantaranya :
1.    Faktor tujuan. Media dipilih dan digunakan haruslah sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah ditetapkan/ dirumuskan
2.    Faktor Efektifitas. Dari berbagai media yang ada, haruslah dipilih media yang paling efektif untuk digunakan dan paling tepat/sesuai dengan tujuan pembelajaran yang dirumuskan
3.    Faktor kemampuan guru dan siswa. Media yang dipilih dan digunakan haruslah sesuai dengan kemampuan yang ada pada guru dan siswa, sesuai dengan pola belajar serta menarik perhatian
4.    Faktor fleksibilitas (Kelenturan), tahan lama dengan kenyataan. Dalam memilih media haruslah dipertimbangkan kelenturan dalam arti dapat digunakan dalam berbagai situasi, tahan lama (tidak sekali pakai langsung dibuang), menghemat biaya dan tidak berbahaya sewaktu digunakan.
5.    Faktor kesediaan media. Sekolah tidak sama dalam menyediakan berbagai media yang dibutuhkan untuk kegiatan belajar mengajar. Hal ini sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing sekolah. Misalnya guru membuat sensiri, membuat bersama-sama siswa, membeli, menyewa, dll
6.    Faktor kesesuaian antara manfaat dan biaya. Dalam memilih media haruslah dipertimbangkan apakah biaya pengadaannya sesuai dengan manfaat yang didapatkan
7.    Faktor kualitas dan tehnik. Dalam pengadaan media, seorang guru harus mempertimbangkan kualitas dari media tersebut, tidak sekedar bisa dipakai. Media yang bernutu/berkualitas bisa tahan lama (tidak mudah rusak), dan sewaktu-waktu digunakan lagi tidak harus mengusahakan yang baru.
Dengan mempertimbangkan beberapa faktor-faktor diatas, maka kecil kemungkinannya seorang guru PAI keliru dalam memilih dan menggunakan media, atau setidak-tidaknya dapat mengurangi kesalahan dalam memilih media yang akan digunakan. Disamping itu, akan memperjelas pula bahwa efektifitas tercapainya tujuan tidaklah tergantung pada mahal atau murahnya harga media tersebut. Ketepatan dalam memilih dan menggunakan media akan sangat berpengaruh terhadap pencapaiannya tujuan pengajaran.

C.    Kriteria pemilihan media
Memilih media hendaknya tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan didasarkan atas kriteria tertentu. Kesalahan pada saat pemilihan, baik pemilihan jenis media maupun pemilihan topik yang dimediakan, akan membawa   akibat panjang yang tidak kita inginkan di kemudian hari. Banyak pertanyaan yang harus kita jawab sebelum kita menentukan pilihan media tertentu. Secara umum, kriteria yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan media pembelajaran diuraikan sebagai berikut.
1.    Tujuan
Apa tujuan pembelajaran, atau apa  kompetensi yang ingin   dicapai? Apakah tujuan itu masuk kawasan kognitif, afektif , psikomotor atau kombinasinya?. Jenis rangsangan indera apa yang ditekankan: apakah penglihatan, pendengaran, atau kombinasinya?. Jika visual, apakah perlu gerakan atau cukup visual diam?, Jawaban atas pertanyaan itu akan mengarahkan kita pada jenis media tertentu, apakah media audio, visual diam, visual gerak, audio visual gerak dan seterusnya. Misalnya materi sholat, bisa menggunakan audio visual atau gambar.
2.    Sasaran  didik
Siapakah sasaran didik yang akan menggunakan media?, bagaimana karakteristik mereka, berapa jumlahnya, bagaimana latar belakang sosialnya, apakah ada yang berkelainan, bagaimana motivasi dan minat belajarnya?, dan seterusnya.  Apabila kita mengabaikan kriteria ini,  maka media yang kita pilih atau kita buat tentu tak akan banyak gunanya. Mengapa?, Karena pada akhirnya sasaran inilah yang akan mengambil manfaat dari media pilihan kita itu. Oleh karena itu, media harus sesuai benar dengan kondisi mereka.
3.    Karakteristik media yang bersangkutan
Bagaimana karakteristik media tersebut?, Apa kelebihan dan kelemahannya, sesuaikah media yang akan kita pilih itu dengan tujuan yang akan dicapai?,  Kita tidak akan dapat memilih media dengan baik jika kita tidak mengenal dengan baik karakteristik masing-masing media. Karena kegiatan memilih pada dasarnya adalah kegiatan membandingkan satu sama lain, mana yang lebih baik dan lebih sesuai dibanding yang lain. Oleh karena itu, sebelum menentukan jenis media tertentu, pahami dengan baik bagaimana karaktristik media tersebut.
4.    Waktu
Yang dimaksud waktu di sini adalah berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengadakan atau membuat media yang akan kita pilih, serta   berapa lama waktu yang tersedia / yang kita memiliki, cukupkah ?, Pertanyaan lain adalah, berapa lama waktu yang diperlukan untuk menyajikan media tersebut dan berapa lama alokasi waktu yang tersedia dalam proses pembelajaran ?,  Tak ada gunanya kita memilih media yang baik, tetapi kita tidak cukup waktu untuk mengadakannya. Jangan sampai pula terjadi,  media yang telah kita buat dengan menyita banyak waktu,  tetapi pada saat digunakan dalam pembelajaran ternyata kita kekurangan waktu. Apalagi jam pembelajaran PAI yang hanya 2 jam perminggu, maka memperhitungkan waktu sangat diperlukan sekali.
5.    Biaya
Faktor biaya juga merupakan pertanyaan penentu dalam memilih media. Bukankah penggunaan media pada dasarnya dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pembelajaran. Apalah artinya kita menggunakan media, jika akibatnya justru pemborosan. Oleh sebab itu,  faktor  biaya   menjadi kriteria yang harus kita pertimbangkan. Berapa biaya yang kita perlukan untuk membuat, membeli atau meyewa media tersebut?, Bisakah kita mengusahakan beaya tersebut/  apakah besarnya biaya seimbang dengan tujuan belajar yang hendak dicapai?, Tidak mungkinkan tujuan belajar itu tetap dapat dicapai tanpa menggunakan media itu, adakah alternatif media lain yang lebih murah namun tetap dapat mencapai tujuan belajar?, Media yang mahal, belum tentu lebih efektif  untuk mencapai tujuan belajar, dibanding media sederhana yang murah.
6.    Ketersediaan 
Kemudahan dalam memperoleh media juga menjadi pertimbangan kita. Adakah media yang kita butuhkan itu di sekitar kita, di sekolah atau di pasaran ?, Kalau kita harus membuatnya sendiri, adakah kemampuan, waktu   tenaga  dan sarana  untuk membuatnya?, Kalau semua itu ada, petanyaan berikutnya tersediakah sarana yang diperlukan untuk menyajikannya di kelas?. Misalnya, untuk menjelaskan tentang proses tejadinya gerhana matahari memang akan lebih efektif jika disajikan melalui media video. Namun karena di sekolah tidak ada aliran listrik atau tidak punya video player, maka sudah cukup bila digunakan alat peraga gerhana matahari.
7.    Konteks penggunaan
Konteks penggunaan maksudnya adalah dalam kondisi dan strategi bagaimana media tersebut akan digunakan.  Misalnya: apakah untuk belajar individual, kelompok kecil, kelompok besar atau masal ?, Dalam hal ini kita perlu merencanakan strategi pembelajaran secara keseluruhan yang akan kita gunakan dalam proses pembelajaran, sehingga tergambar kapan dan bagaimana konteks penggunaaan media tersebut dalam pembelajaran.
8.    Mutu Teknis
Kriteria ini terutama untuk memilih/membeli media   siap pakai yang telah ada, misalnya program audio, video, garafis atau media cetak lain.  Bagaimana mutu teknis media tersebut, apakah visualnya jelas, menarik dan cocok ?, Apakah suaranya jelas dan enak didengar ?, Jangan sampai hanya karena keinginan kita untuk menggunakan media saja,  lantas media yang kurang bermutu kita paksakan penggunaannya.  Perlu diinggat bahwa jika program media itu hanya menjajikan sesuatu yang sebenarnya bisa dilakukan oleh guru dengan lebih baik, maka media itu tidak perlu lagi kita gunakan.
Kriteria lainnya yang dapat kita gunakan untuk memilih media pembelajaran yang tepat dapat mempertimbangkan faktor Acces, Cost, Technology, Interactivity, Organization, dan Novelty (ACTION). Penjelasan dari akronim tersebut sebagai berikut:
a)    Acces, artinya media yang diperlukan dapat tersedia, mudah, dan dapat dimanfaatkan siswa
b)    Cost, artinya media yang akan dipilih atau digunakan, pembiayaannya dapat dijangkau.
c)    Technology, artinya media yang akan digunakan apakah teknologinya tersedia dan mudah menggunakannya.
d)    Interactivity, artinya media yang akan dipilih dapat memunculkan komunikasi dua arah atau interaktivitas. Sehingga siswa akan terlibat (aktif) baik secara fisik, intelektual dan mental.
e)    Organization, artinya dalam memilih media pembelajaran tersebut, secara organisatoris mendapatkan dukungan dari pimpinan sekolah (ada unit organisasi seperti pusat sumber belajar yang mengelola)
f)    Novelty, artinya media yang dipilih tersebut memiliki nilai kebaruan, sehingga memiliki daya tarik bagi siswa yang belajar.
Media-media yang akan dipilih dalam proses pembelajaran juga harus memenuhi syarat-syarat visible, intresting, simple, useful, accurate, legitimate, structure (VISUALS). Penjelasan dari syarat tersebut adalah:
(a)    Visible atau mudah dilihat, artinya media yang digunakan harus dapat memperikan keterbacaan bagi orang lain yang melihatnya
(b)    Interesting atau menarik, yaitu media yang digunakan harus memiliki nilai kemenarikan. Sehingga yang melihatnya akan tergerak dan terdorong untuk memperhatikan pesan yang disampaikan melalui media tersebut
(c)    Simple atau sederhana, yaitu media yang digunakan juga harus memiliki nilai kepraktisan dan kesederhanaan, sehingga tidak berakibat pada in-efesiensi dalam pembelajaran
(d)    Useful atau bermanfaat, yaitu media yang digunakan dapat bermanfaat dalam pencapaian tujuan pembelajaran yang diharapkan,
(e)    Accurate  atau benar, yaitu media yang dipilih benar-benar sesuai dengan karakteristik materi atau tujuan pembelajaran. Atau dengan kata lain media tersebut benar-benar valid dalam pembuatan dan penggunaannya dalam pembelajaran
(f)    Legitimate atau Sah, masuk akal artinya media pembelajaran dirancang dan digunakan untuk kepentingan pembelajaran oleh orang atau lembaga yang berwenang (seperti guru)
(g)    Structure atau tersetruktur artinya media pembelajaran, baik dalam pembuatan atau penggunaannya merupakan bagian tak terpisahkan dari materi yang akan disampaikan melalui media tersebut.

D.    Prinsip-prinsip dalam penggunaan media pendidikan
Dalam proses belajar mengajar seorang guru belum cukup apabila hanya mengetahui kegunaan dan mengetahui penggunaan media pembelajaran, melainkan harus mengetahui dan terampil bagaimana cara menggunakannya. Sehubungan dengan hal itu, ada beberapa prinsip/kriteria penggunaan media yang perlu dipedomani oleh guru dalam proses belajar mengajar yaitu  :
1.    Ketepatan dengan tujuan pembelajaran, artinya media pembelajaran dipilih atas dasar tujuan-tujuan instruksional yang telah ditetapkan
2.    Dukungan terhadap isi bahan pembelajaran, artinya bahan pelajaran yang sifatnya fakta, prinsip yang sangat memerlukan bantuan media agar mudah dipahami siswa
3.    Kemudahan memperoleh media, artinya media yang diperlukan mudah memperolehnya, setidak-tidaknya dapat dibuat oleh guru pada saat mengajar atau mungkin sudah tersedia di sekolah
4.    Ketrampilan guru dalam menggunakan media, apapun jenis media yang diperlukan syarat utama adalah guru harus dapat menggunakan dalam proses pembelajaran
5.    Tersedianya waktu untuk menggunakannya, sehingga media tersebut dapat bermanfaat bagi siswa pada saat pelajaran berlangsung
6.    Sesuai dengan taraf berfikir siswa sehingga makna yang terkandung didalamnya dapat dipahami siswa.

E.    Penerapan media dalam proses pembelajaran
1.    Media gambar, potret, slide: siswa dapat memperoleh gambaran nyata tentang peristiwa atau benda-benda bersejarah
2.    Media film, radio: siswa dapat mengamati benda/peristiwa yang sukar dikunjungi baik karena tmpatnya jauh, berbahaya, atau terlarang, misalnya tentang kehidupan harimau dihutan
3.    Media mikroskop, slide : siswa dapat memperoleh gambaran yang jelas tentang benda/masalah yang sukar diamati secara langsung karena ukurannya yang tidak memungkinkan, baik karena terlalu besar atau terlalu kecil.
4.    Media Televisi, radio : memungkinkan siswa untuk menjangkau audio (pendengaran) yang besar jumlahnya. Melalui medi tersebut, ratusan siswa dapat mengikuti kuliah yang disajikan oleh seorang dosen dalam waktu yang sama.

F.    Pengertian Sumber Belajar dan Klasifikasi Sumber Belajar PAI
Proses belajar bersifat individual dan kontekstual, artinya proses belajar terjadi dalam diri peserta didik sesuai dengan perkembangannya dan lingkungannya. Peserta didik seharusnya tidak hanya belajar dari guru atau pendidik saja, tetapi dapat pula belajar dengan berbagai sumber belajar yang tersedia di lingkungannya. Oleh karena itu sumber belajar adalah suatu sistem yang terdiri dari sekumpulan bahan atau situasi yang diciptakan dengan sengaja dan dibuat agar memungkinkan peserta didik belajar secara individual . Dalam hal ini adalah buku-buku atau penunjang materi belajar. Misal : buku, al qur’an, al hadits, CD sholat dll.
        Begitulah mau tidak mau sebagai guru harus mengakui bahwa mereka bukan satu-satunya sunber belajar. Kalau kita pakai istilah Proses Belajar Mengajar atau kegiatan belajar mengajar hendaklah diartikan bahwa proses belajar dalam diri siswa terjadi baik karena ada yang secara langsung mengajar (guru, pembimbing) ataupun secara tidak langsung. Pada yang terakhir ini siswa secara aktif berinteraksi dengan media atau sumber belajar yang lain. Guru hanyalah satu dari begitu banyak sumber belajar yang dapat membantu siswa belajar .
        Arif S. Sadiman (1989) berpendapat bahwa, segala macam sumber yang ada di luar diri seseorang (peserta didik) dan yang memungkinkan atau memudahkan terjadinya proses belajar disebut sebgai sumber belajar .
        Wallington (1970) dalam bukunya Job in Intructional Media Study, menyatakan bahwa peran utama sumber belajar adalah membawa atau menyalurkan stimulus dan informasi kepada siswa. Dengan demikian maka untuk mempermudah klasifikasi sumber belajar itu kita dapat mengajukan pertanyaan seperti “apa, siapa, di mana, dan bagaimana ”
Klasifikasi lain sumber belajar sebagai berikut :
1.    Pesan (message)
Informasi harus disalurkan oleh komponen lain berbentuk ide, fakta pengertian atau data. Contoh; bahan-bahan pelajaran, cerita rakyat, dongeng, nasihat dan sebagainya.
2.    Manusia (people)
Orang yang menyimpan informasi atau menyalurkannya. Tidak termasuk yang menjalankan fungsi pengembangan dan pengelolaan sumber belajar. Contoh; guru, aktor, siswa, pembicara, pemain. Tidak termasuk tim teknisi, tim kurikulum.
3.    Bahan (materials)
Sesuatu, bisa disebut media/software yang mengandung pesan untuk disajikan melalui pemakaian alat. Contoh; film, slide, tape, buku, gambar, dan sebagainya.
4.    Peralatan (device)
Sesuatu, bisa disebut media (hardware) yang menyalurkan pesan untuk disajikan yang ada di dalam software. Contoh; TV, kamera, papan tulis, dan sebagainya.
5.    Teknik atau metode (technique)
Prosedur yang disiapkan dalam mempergunakan bahan pelajaran, peralatan, situasi, dan orang untuk menyampaikan pesan. Contoh; ceramah, diskusi, simulasi, belajar mandiri, dn sebagainya.
6.    Lingkungan (setting)
Situasi sekitar dimana pesan disalurkan atau ditransmisikan. Contoh; ruangan kelas, studio, aula, dan sebagainya.
     Klasifikasi lain yang biasa dilakukan terhadap sumber belajar adalah sebagai berikut:
a.    Sumber belajar cetak: buku, majalah, koran, brosur, poster, denah, kamus, ensiklopedia, dan sebagainya.
b.    Sumber belajar non cetak: film, slides, video, model, audiocassette, tranparansi, realita, objek, dan sebagainya.
c.    Sumber belajar yang berbentuk fasilitas: perpustakaan, ruangan belajar, carrel, studio, lapangan olahraga, dan sebagainya.
d.    Sumber belajar yang berupa kegiatan: wawancara, kerja kelompok, observasi, simulasi, permainan, dan sebagainya.
e.    Sumber belajar yang berupa lingkungan di masyarakat: taman, terminal, pasar, toko, pabrik, museum, dan sebagainya .


G.    Komponen Sumber Belajar dan Faktor-Faktor Sumber Belajar
1.    Komponen Sumber Belajar PAI
a.    Tujuan dan fungsi sumber belajar
Sumber belajar yang dirancang mempunyai tujuan-tujuan tertentu baik implisit maupun eksplisit. Karena itu, tujuan dan fungsi sumber belajar juga dipengaruhi oleh setiap jenis variasi sumber belajar yang digunakan.
b.    Bentuk dan keadaan fisik sumber belajar
Wujud sumber belajar secara fisik satu sama lainnya berbed-beda. misalnya, pusat perbelanjaan berdeda dengan kantor bank sekalipun keduanya sama-sama memberikan informasi mengenai perdagangan. Jadi, keadaan fisik sumber belajar itu merupakan komponen penting. Pemanfaatannya hendaknya dengan memperhitungkan segi waktu , pembiayaan dan sebagainya.
c.    Pesan
Pesan termasuk komponen dalam belajar, sebab sumber belajar harus mampu membawa pesan yang dapat dimanfaatkan oleh pemakai sehingga mereka memperlihatkan dan menangkap isi pesan itu secara efektif dan efisien serta terserap secara maksmal.
2.    Faktor-Faktor Sumber Belajar
a.    Perkembangan teknologi
b.    Nilai-nilai budaya setempat
c.    Keadaan ekonomi pada umumnya
d.    Keadaan pemakai

H.    Pemilihan sumber Belajar
Secara umum kriteria pemilihan sumber belajar ada dua, yaitu keriteria umum dan keriteria berdasarkan tujuan yang hendak dicapai.
1.    Kriteria Umum antara lain ialah ekonomis dalam pengertian murah, teknisi (tenaga), praktis dan sederhana, fleksibel, releven dengan tujuan pengajaran, dapat membantu efesien dan kemudahan pencapaian tujuan pengajaran, memliki nilai positif bagi proses pengajaran khususnya bagi peserta didik, sesuai dengan interaksi dan strategi pengajaran yang telah dirancang.
2.    Kriteria berdasarkan tujuan anatara lain ialah sumber belajar dapat memberikan motivasi pada siswa, sumber belajar untuk tujuan pembelajaran, sumber belajar untuk penelitian, sumber belajar untuk memecahkan masalah sumber belajar untuk presentasi.

I.    Manfaat Sumber Belajar
        Dengan memasukan sumber belajar secara terencana, maka suatu kegiatan belajar mengajar akan lebih efektif dan efisien, dalam usaha pencapaiannya tujuan intruksional. Sebab sumber belajar sebagai komponen penting dalam proses belajar mengajar mempunyai manfaat cukup besar.
Manfaat sumber belajar tersebut antara lain :
1.    Memberi pengalaman belajar secara langsung dan konkrit kepada peserta didik, misalnya: karya wisata ke obyek seperti museum, kebun binatang, majalah, dan sebagainya.
2.    Dapat menyajikan sesuatu yang tidak mungkin diadakan, dukunjungi atau dilihat, secara langsung dan konkrit. Misalnya: denah, sketsa, foto, film, majalah, dan sebagainya.
3.    Dapat menambah dan memperluas cakrawala sajian yang ada di dalam kelas, misalnya: buku tes, foto, film, narasumber, majalah, dan sebagainya.
4.    Dapat memberi informasi yang akurat dan terbaru, misalnya: buku bacaan, ensiklopedia, majalah, dan sebagainya.
5.    Dapat membantu memecahkan masalah pendidikan (terhadap instruksional) baik dalam lingkup makro (misalnya: belajar sistem jarak jauh melalui modul) maupun makro pengaturan ruang yang menarik, simulasi, penggunaan film.
6.    Dapat memberi motivasi yang positif apabila diatur dan diperencanakan permanfaaatannya secara tepat.
7.    Dapat merangsang untuk berfikir, bersikap dan berkembang lebih lanjut. Misalnya: buku teks, buku bacaan, film, dan lain-lainnya yang mengandung daya penaluran sehingga dapat merangsang peserta didik untuk berfikir, menganalisis dan berkembang lanjut.











BAB III
KESIMPULAN
Pemilihan media pendidikan sangat penting dilakukan, karena dengan perkembangan zaman maka pembelajaran yang lebih menarik dapat dilaksanakan. Seorang pendidik harus mampu memilih dan menentukan jenis media apa yang tepat dapat pembelajaran sesuai dengan materi yang akan disajikan. Ada beberapa point penting yang menjadi pedoman agar pemilihan media pembelajaran  tersebut berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran yakni :
1.    Faktor yang mempengaruhi pemilihan media pendidikan/pembelajaran
2.    Kriteria pemilihan pembelajaran
3.    Prinsip-prinsip pemilihan media pembelajaran.
Selain itu pula pengembangan media pembelajaran diharapkan dapat membantu proses pembelajaran PAI yang sedang berlangsung. Yang tidak kalah penting adalah sumber belajar dalam pembelajaran PAI harus benar dan tidak salah pilih. Karena kesalahan dalam pemilihan sumber belajaran dapat berakibat fatal. 
















DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Rohani, Media Intruksional Edukatif, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 1997)

Ahmad Rohani, Pengelolaan Pengajaran, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2004)

Ahmad Rohani, Pengolahan Pengajaran Sebuah Pengantar Menuju Guru professional, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010)

Arief S. Sadiman, dkk, Media Pendidikan (Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya), (Jakarta: CV. Rajawali, 1986)

Arsyad, Azhar, Media Pembelajaran, (Jakarta : Rajawali pers, 2010)

Bambang Warsita, Teknologi Pembelajaran Landasan dan Amplikasinya (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2008)

Fatah Syukur, Teknologi Pendidikan, (Semarang: Rasail, 2008)

Maunah, Binti, Landasan Pendidikan, (Yogyakarta : Teras, 2009)

Mufarrokah, Anissatul,  Strategi Belajar Mengajar, (Yogyakarta : Teras, 2009)

Nana Sudjana dan Ahmad Rivai, Teknologi Pengajaran, (Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2003)

Roqib, Moh,  Ilmu Pendidikan Islam, (Yogyakarta : Lkis, 2009)

















Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AMPUN KESUPEN KRITIK DAN SARANNYA...